Posts

Showing posts from 2020

K-Drama: It’s Okay to Not Be Okay—Tentang Kita, Trauma, dan Jalan Mencari Penyembuhnya

Image
Postingan ini mengandung spoiler.  “Drama ini banyak mengulik tentang trauma-trauma tokohnya. Aku banyak diingatkan pada kejadian di diri sendiri yang banyak sekali mendapatkan luka di dalam keluarga,” Fr “I am sooo in love with the drama. I've been crying, laughing, smiling, giggling from start to end. Never knew they would play my emotions like that. You know, I really relate with the first eps, how your parents expect you for something, be it doing excellent at school and stuff. Ah, gonna miss having to wait till weekend just for a two-ep drama hehe“ Al

Kalimat-kalimat di atas adalah komentar teman saya setelah menonton It’s Okay to Not be Okay sampai tamat. Untuk saya pribadi, drama ini menyenangkan, mengharukan dan memberi pengetahuan serta nilai moral yang banyak. Bukan tipikal drama yang akan ditonton untuk sekadar lucu-lucuan, tapi akan membuat kita berpikir dan mengaitkannya dengan kehidupan pribadi.
Pusat dari drama ini adalah kesehatan mental. Pertama, jelas terlihat dari …

Karantina, Kesepian dan Kesehatan Mental

Image
Kemarin sore, aku kaget melihat daun-daun mulai bermunculan di beberapa pohon. Magnolia dan cherry blossom juga sudah berbunga. Sepanjang tahun ini, 6 bulan aku habiskan dalam karantina. Bisa saja keluar rumah jika mau dan perlu, tapi aku lebih banyak mendekam sendirian, mengeram dan rebahan.
Aktivitasku di sini, terutama setengah tahun ini tidak ada yang mencengangkan atau mendebarkan, datar. Kadang aku bertanya dan kasihan juga sama diri sendiri, “Kenapa aku tidak bisa seperti orang-orang yang produktif, optimis dan stabil? Ada temanku di sini yang hobinya sudah bisa diuangkan, berkencan, olah raga dan segala macam aktivitas menyenangkan dan positif lain. Sedang aku, kalau tidak panikan ya terguncang. Bahkan kadang ketika ada kabar yang tidak menguntungkan, aku menerima saja dan kehabisan tenaga untuk berdebat atau memperjuangkan. Secara keseluruhan, aku baik-baik saja. Masih mandi, masih tahu makan, masih tahu nama sendiri, tapi itulah kenapa mental illness sering tidak terlihat rup…

My LPDP Journey (Part 3): Sudah di Australia, Sudah di Semester Kedua

Image
Januari 2019 postinganku masih tentang belum berangkatnya aku untuk melanjutkan kuliah S-2 dan berpikir tentang pindah negara atau universitas saja. Awal April di tahun itu juga masih sedih-sedih saja. Aku sendiri juga tidak menyangka kalau di April tahun selanjutnya, aku sudah berpindah domisili ke Australia. Aku tidak jadi pindah universitas, beasiswaku tidak batal dan sekarang sudah di pertengahan semester kedua di jurusan Master of Management (Marketing), The University of Melbourne. Alhamdulillah.
Baru-baru ini, aku mengecek aktivitas pengunjung ke blog ini. Ceritaku tentang perjalanan beasiswaku yang pertama dan kedua cukup banyak dibaca dibanding yang lainnya. Jadi, aku merasa bertanggung jawab untuk mengabarkan kalau masalah yang membebani pikiranku sampai 2 tahun itu sudah selesai. Berganti dengan masalah-masalah baru! Hahaha..
Kadang, aku suka membaca lagi tulisan-tulisan lama. Terutama ketika sedang merasa beban yang kuhadapi tak ada ujungnya. Kembalilah aku untuk melihat la…