Posts

Showing posts from February, 2019

Rehat: Kita Coba Lagi, Untuk Lain Hari

Image
Hari ini, sebelum subuh tadi, aku terbangun dengan kepala yang luar biasa sakit. Rasanya seperti ada duri besar yang menancap di ubun-ubun kepala. Leher bagian belakang juga tak kalah nyerinya. Dengan tidur cepat tadi malam, kupikir sakitnya akan mereda ketika terjaga. Makin parah rupanya. Kalau mau tidur lagi, sebenarnya bisa saja karena memang aku ini tipikal manusia yang pelor , nempel langsung molor. Tapi aku sudah tidur terlalu banyak dari kemarin. Tidak heran kepalaku berat sekali rasanya. Ditambah dengan gajala PMS yang memang sedang datang. Terrible! Di beberapa artikel, aku pernah membaca kalau salah satu ciri orang depresi itu adalah tidur terlalu banyak. Tapi yah tetap katanya kita tidak boleh mendiagnosa diri sendiri. Yang pasti, aku makin sering merasa lelah dan tidak tahu harus mencari semangat dimana. Yang ingin aku lakukan hanya di rumah saja dan tidak bertemu siapa-siapa. Tidak banyak yang sadar kalau aku sedang berperang dengan fluktuasi emosi. Yang orang tah

Pikiran-Pikiran Tengah Malam

Image
Tidurlah, malam terlalu malam. Tidurlah, pagi terlalu pagi. Aku bukan manusia yang nocturnal . Terjaga begitu lama di tengah malam—terutama ketika sendirian—jarang membuatku tenang. Terlalu banyak pikiran yang berkecamuk di dalam kepala dan menulis seperti ini adalah terapinya. Tulisan ini tercipta karena selepas magrib tadi, aku langsung tidur, belum shalat Isya, juga belum menyikat gigi dan membersihkan muka. Pukul 10 aku terjaga dan mendapati beberapa pesan di aplikasi WhatsApp ku. Kubalas pesan dari satu teman yang selalu memanggilku bayi setiap tahu aku tertidur cepat sekali. “Aku drained hari ini, makanya tidur cepet,” balasku. Semua yang di dekatku sudah pasti tahu apa yang membuat jiwaku kering belakangan ini, campus admission . Temanku ini juga tak jauh beda. Urusan thesis dan pembimbing yang senang mengundur-undur waktu membuat level anxiety -nya meningkat tajam dan semangatnya jatuh ke jurang. “ You already need a therapist ,” saranku berulang kali. Sam