Posts

Showing posts from 2018

Jumpalitan karena IELTS dan Pengalaman Belajar di English studio Pare

Image
“IELTS itu hanya segelintir kerikil di awal perjuangan,” kata seorang teman, yang kusambut dengan senyum kecut.
Lucu memang, di tahun 2016 yang lalu, nilai IELTS-ku langsung sesuai target di percobaan pertama. LoA unconditional juga akhirnya kudapatkan, tapi aku gagal di seleksi beasiswa. Di tahun berikutnya, aku mendapat beasiswa, tapi keberangkatanku harus ditunda ke tahun 2019. LoA unconditional yang akhirnya sudah kupunya, sekarang berubah menjadi conditional offer karena sertifikat IELTS yang kadarluasa.
Cukup percaya diri aku mengikuti tes IELTS lagi di bulan Juni kemarin, tapi nilaiku meluncur tajam, dari yang tadinya overall 6.5 menjadi 6. Bulan berikutnya aku mengikutinya lagi dan berhasil mendapatkan overall 7, tapi 5.5 untuk writing masih menganga di sana. Kemudian aku ikut lagi, tapi masih sama, writing yang 5,5 padahal yang lainnya sudah 7 untuk masing-masingnya. Lalu mulailah hariku terasa begitu berat dan bergerak cepat. Aku merasa dikejar-kejar waktu untuk kembali men…

Band Descriptor: Panduan Utama Penentu Nilai IELTS Writing yang Sering Diabaikan

Image
IELTS secara umum adalah momok bagi banyak orang. Bukan hanya karena harganya yang cukup membuat kering rekening, tapi juga karena banyaknya hal yang harus dipelajari berbarengan. Dan yang paling sering dianggap teror adalah writing, paling tidak untuk saya sendiri yang sepertinya susah sekali beranjak dari angka 5.5 setelah sekian kali tes.
Cukup melelahkan, membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan, “Where did I go wrong? Kok nilaiku gini-gini terus?”
Dua tahun yang lalu, saya juga sempat mengikuti ujian IELTS yang sekarang sertifikatnya sudah expired. Ceritanya bisa dibaca disini. Awalnya saya berasumsi, mungkin karena sudah terlalu lama tidak latihan, makanya sekarang nilai saya, terutama writing terus-terusan stagnan. Setelah beberapa minggu belajar writing IELTS secara intensive, saya jadi paham kalau saya menulis hampir tidak pernah memakai panduan. Jadi sekarang, ketika menulis untuk IELTS, sebisa mungkin saya menggunakan Band Descriptor untuk tahu apa saja yang harus dikerj…

8 Hal Tentang Seleksi Berbasis Komputer LPDP dan Topik Writing On The Spot 2018

Image
Ada yang baru dari metode seleksi beasiswa LPDP di tahun 2018 yaitu Seleksi Berbasis Komputer. Tahapan ini adalah bagian ke-2 yang akan diikuti oleh peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Sebelumnya di bulan Juli, pendaftar periode I untuk tujuan universitas dalam negeri (DN) sudah lebih dulu mengikuti ujian ini.
Karena masih sangat baru, saya mencoba untuk merangkum informasi dari peserta DN yang pernah ikut SBK atau yang diteruskan dari group satu ke group lainnya. Jadi, informasi yang saya bagikan di sini bukanlah pengalaman pribadi. jika ada informasi yang ingin ditambahkan atau dikoreksi, mohon disampaikan ya untuk bisa saya rubah di dalam postingan ini.
Untuk kamu yang mau ikut tesnya dan sedang menebak-nebak seperti apa bentuknya tes SBK LPDP, tetap semangat yaaa dan semoga informasi di bawah ini dapat membantu.
1. Baru pertama kali dilaksanakan di tahun 2018. Di tahun 2017, tahapan ke-2 seleksi beasiswa LPDP adalah online assessment yang dapat dikerjakan di mana …

Akankah Terpidana Korupsi di Aceh Dikenakan Hukuman Potong Tangan?

Image
Seminggu ini, masyarakat Aceh dikejutkan oleh berita tertangkapnya dua kepala daerah di Aceh yaitu gubernur Irwandi Yusuf dan bupati Bener Meriah, Ahmadi. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan suap alokasi dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Kabar ini tersebar begitu cepat tidak hanya di Serambi Mekkah, tapi di se-antero Indonesia termasuk warganet yang beramai-ramai memberikan komentar dan pendapatnya baik yang masih bisa diterima sampai yang bikin geleng kepala.
Sebagai anak Aceh, saya merasa cukup miris, tergelitik dan terpanggil untuk ‘meluruskan’ pemahaman keliru yang beredar. Di antaranya adalah pertanyaan seperti—akankah kasus-kasus yang berkaitan dengan suap, pencurian, maupun korupsi di Aceh akan dikenakan hukuman potong tangan seperti yang diatur dalam hukum Islam? Jawabannya adalah tidak! Sebabnya adalah undang-undang ataupun pasal yang mengatur tentang itu tidak ada alias tidak di atur di dalam Qanun (Undang-undang seting…

My LPDP Journey (Part 1): Resign Kerja Demi Mengejar Beasiswa S-2 ke Luar Negeri

Image
1 Juli tahun kemarin, aku bersedih karena akumulasi kegagalan sejumlah aplikasi beasiswa yang kudaftarkan. Curhatan panjang aku tuliskan di caption Instagram. Rencananya, akan ada beberapa part lagi di depan tentang postingan yang menceritakan bagaimana aku jungkir-balik sampai bisa lulus di LPDP. Buat orang mungkin biasa saja ya, tapi tidak untukku. Untuk lulus ini saja aku butuh 5 tahun tersungkur-sungkur setelah menjadi sarjana.
Kenapa aku membagi cerita ini? Karena aku pernah kesulitan mengumpulkan rasa percaya diri dan kebingungan mengatur strategi. Secara nilai akademis juga aku biasa-biasa saja. IPK sekedar cukup makan dan pas-pasan untuk syarat administrasi. Secara image sebagai anak pintar juga aku tak punya haha.. Mungkin guru-guru di sekolah dulu akan tersenyum begitu lebar mengetahui ada anak perempuan—yang lebih memilih berdiri di depan kelas daripada mengerjakan soal matematika—sudah mulai sedikit lebih rajin.
Walaupun belajar di sekolah dan kelas unggulan, waktu sekola…

Berada dalam Hubungan yang Salah: Putus atau Bertahan?

Image
Berapa banyak sudah pasangan yang menjalin hubungan bertahun-tahun tapi berakhir begitu saja? Yang di awal semua terasa sempurna tapi ujung-ujungnya malah menyiksa. Tidak sedikit juga yang bertahan mati-matian dengan sebuah komitmen tapi pihak yang lainnya malah memilih pergi. Ada beragam masalah yang membuat sebuah hubungan sebenarnya sulit berlanjut lagi, tapi banyak yang memilih untuk bertahan. Alasannya beragam dari sudah terlanjur dan tak mungkin keluar lagi. Untuk mengambil keputusan ini, dibutuhkan keberanian, kebijakan sampai bantuan orang. Di tingkat yang kritis, mediator bisa didatangi.
Saya bukan ahlinya. Malah termasuk yang punya pengalaman jumpalitan dalam hubungan sendiri. Pernah ada tahun-tahun dimana saya menggenggam terlalu keras sampai yang sakit adalah tangan saya sendiri. Di status saya yang belum menikah ini, entah berapa banyak sudah cerita yang saya dengar dan saksikan sendiri sampai beberapa teman mengingatkan, saya harus berhenti melihat karena nantinya trauma …

Mental Health: Kate Spade, Anthony Bourdain, Depresi dan Pencegahan Bunuh Diri

Image
Dalam kurun waktu yang berdekatan, dunia entertainment global dikejutkan dengan dua berita duka yang beriringan—bunuh dirinya Kate Spade dan Anthony Bourdain. Dua orang ini tidak perlu ditanya lagi kreatifitasnya, sama-sama inspiratif. Mereka sama-sama memberi banyak kontribusi terhadap kebahagiaan orang. Sebuah fakta menyedihkan karena mereka sendiri justru kehilangan pegangan dan berjuang dalam kesengsaraan.
Saya bukanlah fans dari Kate Spade, tidak punya juga satupun barang yang berasal dari labelnya. Yang saya tahu, ini adalah brand kelas atas yang rancangannya bermain di warna. Produk-produk Kate Spade terkenal dengan keriangan dan keberanian di dalamnya. Satu alasan yang menurut kakaknya—menyurutkan keinginan Kate untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut untuk masalah kejiwaan yang dihadapinya. Ia takut merusak image yang dibangun atas nama labelnya. Isn’t that so sad? :(

Lain dengan Anthony Bourdain, ia adalah idola saya yang karenanya saya jadi tahu banyak sudut-sudut dun…

Sebuah Perspektif Tentang Harta: Orang Terkaya di Indonesia dan Ali Banat yang Meninggal Dunia

Image
Sekitar dua hari yang lalu, Twitter dihebohkan dengan sebuah thread viral (link-nya di sini) dari @hujandisenja, seorang mantan personal assistant (PA) salah satu orang terkaya di Indonesia yang hartanya tidak akan habis walaupun sudah melewati tujuh turunan dan tanjakan. Terlebih lagi, majikannya itu menikah dengan anak dari top konglomerat lainnya. Naj, yang merupakan pemilik akun ini adalah PA dari si nyonya yang kadang menerima tugas untuk mengirimkan jajan untuk anak-anaknya yang sehari saja bisa 5 juta.
Masing-masing anak memiliki PA sendiri yang harus bisa berbahasa Inggris. Mereka mengurusi berbagai kegiatan anak termasuk les tata krama. Kalau biasanya anak-anak orang kaya di drama-drama TV songong dan tahu diri, tidak dengan yang diceritakannya. Mereka sangat well-mannered dan terdidik dengan baik. Mereka juga pernah diantar ke sekolah dengan helikopter biar ngga terjebak macet. Oh iya, di sekolah anaknya juga ada helipad. Aku hanya bisa berkata ‘oh’ dengan ternganga. Langsung…

Pengalaman Membeli Domain di RumahWeb Beserta Biayanya

Image
Sudah lama saya ingin memiliki domain sendiri karena alasan klasik yaitu ingin terlihat professional. Alasan lainnya adalah supaya ada motivasi untuk rutin menulis karena adanya biaya yang dikeluarkan. Sebenarnya saya tidak begitu paham tentang dunia ini. Ada banyak sekali cara dan tutorial yang bertebaran di internet yang bisa dibaca. Untuk ukuran saya yang gaptek, proses dari awal pembelian sampai memasangnya di blog tergolong cepat, antara 1-2 jam.
Ada banyak penyedia jasa domain dan hosting. Setelah membaca review, saya memilih RumahWeb. Untuk harga domain yang berujung .com adalah Rp 120.000/tahun. Saya membelinya langsung untuk dua tahun ditambah dengan biaya proteksi akun sejumlah Rp 10.000/tahun yang menjadi 260.000. Biaya proteksi ini berguna untuk melindungi data pribadi, menghindari SPAM dan menyembunyikan data WHOIS domain. Kemudian dikenakan pajak PPN 10% sebesar Rp 26.000. Total yang saya bayarkan untuk 2 tahun adalah Rp 286.000.
Untuk pemasangannya sendiri, saya tidak …

Dua Minggu Social Media Detox: Kembali ke Blogger dengan Konsep Baru

Image
Blog ini sudah saya mulai sejak tahun 2012. Awalnya, konsep blog saya adalah fashion blogging yang tujuannya untuk sharing outfit of the day atau yang terkenal dengan istilah #OOTD.  Sekitar 2 tahun kemudian terutama ketika sudah lulus kuliah dan mendapat predikat wanita dewasa yang harus mandiri dan bekerja, lambat laun prioritas berubah.
Kehadiran media sosial juga menjadi salah satu alasan kenapa laman blog saya menganggur begitu lama. Sebut saja Instagram. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh platform berbasis visual ini cocok sekali dengan konsep fashion blogging. Yah, walaupun saya hanyalah kasta biasa di sana dan bukan seorang selebgram hahahaha.. I was very active on Instagram!



Tapi akhirnya saya lelah juga.
Kejenuhan saya di media sosial mungkin berasal dari tidak pintarnya saya membagi waktu dan menyaring tajamnya paparan informasi yang datang. Beberapa kali juga saya merasa kalau media sosial ini mengikis beberapa ranah di jiwa saya—Membandingkan diri dengan orang la…